Investigasi Kasus Jamal Khashoggi Enggan Diberikan Arab Saudi pada Turki
Negara Turki meminta Arab Saudi untuk menyerahkan penyelidikan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Namun, Kerajaan Arab Saudi enggan memberikan penyelidikan tersebut kepada Turki. Melalui pengadilan Ankara, Jaksa penuntut Umum di Istanbul sudah mengajukan permintaan secara resmi pada otoritas Arab Saudi.
Permintaan itu adalah untuk mencari rincian tentang persidangan mereka yang dinyatakan bersalah dalam pembunuhan tersebut.
"Pemerintah Saudi tidak menanggapi permintaan kantor Kepala Kejaksaan Istanbul," kata seorang sumber, dilansir dari laman Middle East Monitor, Selasa (4/2).
Sebagai tanggapan, kementerian luar negeri Turki telah secara resmi meminta rincian tentang persidangan kepada Arab Saudi.
Jamal Khashoggi adalah jurnalis kawakan Washington Post yang juga kritikus vokal terhadap pemerintah Arab Saudi. Sikap vokalnya membuat ia diasingkan oleh pemerintah Arab Saudi, namun pada 2 Oktober 2018 ia dinyatakan hilang setelah mendatangi Konsulat Arab Saudi di Turki untuk mengurus pernikahannya.
Mulanya pemerintah Arab Saudi menyangkal melakukan pembunuhan, namun pada akhirnya mengakui dan menangkap setidaknya 18 orang yang dianggap bertanggung jawab atas kematian sang jurnalis.
Pembunuhan itu pada awalnya dikaitkan kembali dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman melalui rekaman audio yang diperoleh intelijen Turki, tetapi tuduhan itu disangkal kerajaan.
Pengadilan di kerajaan itu kemudian mengeluarkan hukuman terhadap lima agen yang terlibat dalam pembunuhan itu, yang mengakibatkan kecaman internasional lebih lanjut karena putra mahkota sendiri tidak dimintai pertanggungjawaban atau diselidiki.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment